Tampilkan postingan dengan label Metodologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metodologi. Tampilkan semua postingan

27.6.14

CONTOH ANALISIS LANJUTAN


ANALISIS MANAJEMEN SECARAN UMUM
MAKSUD DAN TUJUAN
Analisis manajemen secara umum yang dilakukan oleh auditor dimaksudkan untuk menilai efisiensi dan efektifitas fungsi manajemen dalam mengelola sumber daya perusahaan dalam mencapai tujuannya. Fungsi manajemen dalam suatu perusahaan, merupakan unsur kunci dalam seluruh aspek kehidupan perusahaan yang dipimpinnya. Berhasil atau tidaknya perusahaan mencapai tujuannya dalam berbagai bentuk dan manifestasinya ditentukan oleh kinerja mereka. Sebaliknya kegagalan dan kekurangberhasilan perusahaan mencapai tujuannya dan berbagai sasarannya harus dilihat sebagai kegagalan kelompok manajemen atau manajemen puncak untuk menampilkan kinerja yang memuaskan yang menuntut pertanggungjawaban. Dari sudut pandang itu maka analisis manajemen secara umum diperlukan untuk mengukur kinerja manajemen. Dalam menganalisis fungsi manajemen secara umum auditor akan menilai efisiensi dan efektifitas fungsi manajemen secara umum dalam perencanaan strategik dan anggaran, pengorganisasian, mengukur kinerja manajemen serta menilai kemampuan manajemen dalam mengkomunikasikan tujuan dan hasil perusahaan baik kepada pihak intern maupun ekstern perusahaan.

PENDEKATAN YANG DILAKUKAN
Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan oleh auditor dalam rangka analisis fungsi personalia dalam perusahaan adalah antara lain :

a. Pendekatan Perbandingan (Comparative approach)
Pendekatan ini dilakukan dengan cara membandingkan data dan kondisi-kondisi yang ada dalam perusahaan dengan data lain yang relevan. Pendekatan ini dilakukan dengan membandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis yang dipandang meraih keberhasilan.

b. Pendekatan Otorisasi Pihal Luar (Outside authority approach)
Auditor dapat mempercayakan pada konsultan ahli atau temuan penelitian sejenis yang dipublikasikan sebagai standar terhadap kinerja manejerial yang di analisis untuk memperkirakan penyebab masalah yang dihadapi.

c. Pendekatan Statistik (Statistical approach)
Dari data statistik, auditor membuat standar statistik yang digunakan untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai tujuannya. Data tersebut antara lain pencapaian sasaran penjualan dan laba, pertumbuhan perusahaan dan lain-lain untuk beberapa periode.

d. Pendekatan Ketaatan (Compliance approach)
Auditor harus mencari penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh fungsi manajemen terhadap ketentuan perundang-undangan maupun anggaran dasar dan tujuan perusahaan. Bila terdapat penyimpangan dari ketentuan-ketentuan diatas, maka harus juga dipelajari penyebab atau alasan terjadinya penyimpangan tersebut.

e. Pendekatan Manajemen Berdasarkan Sasaran (Management by Objective Approach)
Auditor dapat membandingkan hasil-hasil aktual pada kinerja manajemen dengan tujuan yang telah ditetapkan untuk menemukan area pelaksanaan yang tidak memadai.

Sesuai dengan pendekatan yang di gunakan dalam analisis, auditor harus mengumpulkan data mengenai fungsi manajemen dalam perusahaan. Beberapa teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut :

1. Wawancara (interview). Wawancara dengan para manajemen puncak merupakan salah satu sumber informasi yang baik bagi aktivitas manajerial perusahaan.

2. Kuesioner dan survai (questionnaire and Survey). Melalui survai terhadap manajemen puncak dan manajemen tingkat menengah, dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai pelaksanaan fungsi manajerial dalam perusahaan.

3. Analisis catatan (Record analysis). Review terhadap catatan dan dokumen diperlukan dalam rangka memastikan bahwa semua keputusan telah didasarkan pada prosedur yang telah ditetapkan.

UNSUR-UNSUR YANG DIANALISIS
A. Perencanaan Strategik dan Penyusunan Anggaran
Perencanaan strategik merupakan unsur manajemen yang penting dalam analisis manajemen secara umum yang harus dilakukan oleh auditor. Auditor harus memperoleh keyakinan bahwa proses perencanaan strategik dan penyusunan anggaran telah dilaksanakan dengan baik dengan mempertimbangkan tujuan , sasaran dan sumber daya yangdimiliki perusahaan. Pentingnya fungsi perencanaan sangat besar bila di lihat bahwa suatu rencana sebagai hasil perencanaan merupakan dasar mengambil langkah-langkah selanjutnya dalam menjalankan roda perusahaan.

1. Pendekatan dalam Membuat Perencanaan.
Proses pembuatan suatu rencana dapat dilakukan dengan beberapa alternatif pendekatan. Berikut adalah empat macam pendekatan utama dalam pembuatan suatu perencanaan :
a. Pendekatan Atas-Bawah (Top-Down), perencanaan oleh pimpinan perusahaan, bagian-bagian yang ada dibawahnya hanya melaksanakan hal-hal yang telah direncanakan.
b. Pendekatan Bawah-Atas (Bottom-Up), pimpinan puncak memberikan gambaran situasi dan kondisi yang dihadapi perusahaan termasuk mengenai misi, tujuan, sasaran dan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Langkah selanjutnya memberikan kewenangan kepada manajemen di tingkat bawahnya untuk menyusun perencanaan.
c. Pendekatan Campuran, pimpinan perusahaan memberikan petunjuk perencanaan organisasi secara garis besar sedangkan perencanaan detailnya diserahkan kepada unit perusahaan dibawahnya dengan mematuhi aturan yang ada.
d. Pendekatan Kelompok, perencanaan dibuat oleh sekelompok tenaga ahli dalam perusahaan, misalnya dibentuk biro khusus seperti Biro Perencanaan.

2. Fungsi Perencanaan
a. Penerjemah kebijakan umum, di mana perencanaan akan menerjemahkan secara lebih konkret, jelas, komprehensif dan bertahap melalui proses perencanaan.
b. Berupa perkiraan yang bersifat ramalan, apa yang akan terjadi dimasa depan harus diramalkan dengan analisis ilmiah serta berdasarkan fakta dan data masa lalu dan masa sekarang.
c. Berfungsi ekonomi, karena kemampuan sumber daya yang tersedia terbatas, maka penggunaan sumber daya itu hendaknya direncanakan melalui perhitungan yang matang agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
d. Memastikan suatu kegiatan, karena dengan adanya rencana yang jelas, setiap orang dalam perusahaan akan bekerja dengan penuh kepastian.
e. Alat koordinasi, dimana agar koordinasi dapat berjalan lancar maka salah satu alat yang dapat membantu kegiatan ini adalah perencanaan. Dengan perencanan ini setiap orang dalam perusahaan mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing, bagaimana kaitan satu pekerjaan dengan pekerjaan lain, kapan dan bagaimana suatu pekerjaan dikerjakan dan seterusnya sehingga masing-masing kegiatan dalam perusahaan terjalin dalam kesatuan atau keterpaduan untuk mencapai tujuan perusahaan.
f. Alat atau Sarana Pengawasan, yaitu untuk mengukur apakah suatu realisasi kerja telah sesuai atau belum, maka rencana dapat di pakai sebagai tolok ukur dalam melakukan pengawasan dan pengendalian.

3. Macam-macam Perencanaan
Proses perencanaan untuk menghasilkan suatu rencana dapat dilihat dari beberapa sisi penting, antara lain yaitu dari sisi jangka waktu manfaat rencana serta dari sisi tingkatan manajemen, yaitu dari sisi strategis dan operasional. Penjelasannya disajikan sebagai berikut :
a. Sisi Jangka Waktu, ada tiga bentuk perencanaan :
1. Perencanaan Jangka Panjang (lebih dari 5 tahun), rencana masih berbentuk garis-garis besar yang bersifat sangat strategis dan umum. Perencanaan ini tidak dapat langsung dipakai sebagai pedoman kerja, sehingga perlu dijabarkan dalam bentuk perencanaan jangka menengah.
2. Perencanaan Jangka Menengah (1-5 tahun), dimana perencanaan jangka panjang akan dipecah-pecah menjadi beberapa kali pelaksanaan perencanaan jangka menengah, sehingga setiap tahap hendaknya disesuaikan dengan prioritas.
3. Perencanaan Jangka Pendek (satu tahun atau kurang), dimana perencanaan ini lebih konkret dan lebih rinci, lebih terukur dan lebih jelas sasarannya, termasuk dalam hal penggunaan sumber daya, metode pelaksanaan serta waktuperiode waktu pelaksanaannya.

b. Sisi Tingkatan Manajemen,
1. Perencanaan Strategis, yaitu perencanaan yang lebih terfokus pada bagaimana manajemen puncak menentukan visi, misi, falsafah, dan strategi perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dalam jangka panjang.
2. Perencanaan Operasional, yaitu perencanaan yang berfungsi untuk memperjelas makna suatu strategi utama dengan mengidentifikasi rincian yang sifatnya spesifik dan berjangka pendek, yang memiliki program-program kerja yang diimplementasikan dalam bentuk kegiatan usaha sehari-hari.

4. Anggaran
Anggaran adalah rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk periode tertentu dimasa yang akan datang (umumnya untuk periode satu tahun). Anggaran sering disebut pula sebagai rencana keuangan. Didalam anggaran, satuan kegiatan dan satuan uang menempati posisi penting karena segala kegiatan akan dikuantitatifkan dalam bentuk uang. Manfaat anggaran bagi perusahaan antara lain :
  • Membuktikan adanya perencanaan perusahaan yang terpadu
  • Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan
  • Alat koordinasi kerja
  • Alat pengawasan kerja
  • Alat evaluasi kegiatan perusahaan

Dengan semua manfaat ini diharapkan anggaran dapat membantu manajemen melaksanakan dan mengendalikan operasi perusahaan. Akan tetapi hendaknya dalam penyusunannya anggaran bersifat realistis, fleksibel dan dipantau secara kontinyu agar kegunaanya dapat optimal. Beberapa anggaran yang umumnya ada dalam suatu perusahaan (manufaktur) antara lain :
1. Anggaran penjualan dan pendapatan
2. Anggaran produksi
3. Anggaran pemakaian bahan baku langsung
4. Anggaran pembelian bahan baku langsung
5. Anggaran tenaga kerja langsung pabrik
6. Anggaran overhead pabrik
7. Anggaran persediaan akhir
8. Anggaran harga pokok penjualan
9. Anggaran biaya riset
10. Anggaran biaya pemasaran
11. Anggaran biaya distribusi
12. Anggaran biaya pelayanan konsumen
13. Anggaran biaya Administrasi

B. Pengorganisasian
Auditor selanjutnya akan menganalisis mengenai pengorganisasian oleh manajemen, dimana untuk fungsi ini maka manajemen akan menentukan tugas dan kewajiban setiap fungsi dalam perusahaan. Untuk itu auditor akan menetukan apakah langkah-langkah dalam perorganisasian telah dilakukan, bagaimana azas organisasi yang hendak dipilih, bagaimana struktur organisasi yang dirancang dan apakah susunan organisasi perusahaan sesuai dengan tujuan perusahaan yang harus dicapai.

1. Langkah Pengorganisasian
Secara garis besar langkah-langkah dalam melakukan proses pengorganisasian mulai dari merencanakan, melaksanakan dan memantau kerja organisasi perusahaan secara garis besar dipaparkan berikut ini:
a. Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan perusahaan agar sesuai dengan misi dan visinya.
b. Membagi beban kerja kedalam aktivitas-aktivitas yang secara logis dan memadai dapat dilakukan oleh seseorang atau oleh sekelompok orang
c. Mengkombinasikan pekerjaan karyawan perusahaan dengan cara yang logis dan efisien
d. Menetapkan mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan karyawan perusahaan dalam suatu kesatuan yang harmonis
e. Memantau efektifitas organisasi dan mengambil langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektifitas

2. Asas Organisasi
Asas-asas organisasi merupakan berbagai pedoman yang secara maksimal hendaknya dilaksanakan agar diperoleh suatu struktur organisasi yang baik dan kativitas organisasi dapat berjalan dengan baik. Rincian asas organisasi adalah :
a. Perumusan tujuan perusahaan. Jika rumusan tujuan utama perusahaan didirikan telah dibuat dengan jelas ini akan mempermudah:
  • Penetapan haluan perusahaan
  • Pemilihan bentuk organisasi perusahaan
  • Pembentukan struktur organisasi perusahaan
  • Kebutuhan para pejabat
  • Penyumbangan pengalaman, kecakapan, kreativitas dan lain-lain

b. Departemenisasi, merupakan aktivitas menyusun satuan-satuan atau unit-unit organisasi yang diperlukan dalam rangka melaksanakan fungsi yang ada. Hal-utama yang perlu diperhatikan yaitu :
  • Jumlah unit organisasi yang dibuat hendaknya sesuai dengan kebutuhan
  • Perluasan aktivitas hendaknya ditampung dulu pada unit organisasi yang sudah ada sehingga tidak tergese-gesa membentuk unit yang baru.
  • Nama satuan organisasi hendaknya tertib sehingga dapat diketahui fungsinya melalui nama itu

c. Pembagian Kerja. Asas ini dikaitkan dengan pejabat yang akan menempati jabatan dalam satuan atau unit perusahaan agar roda perusahaan dapat berjalan dengan baik. Dalam melakukan pembagian kerja yang harus diperhatikan adalah :
  • Tiap unit organisasi harus mempunyai rincian aktivitas yang jelas
  • Pejabat dari pucuk pimpinan sampai pejabat yang berkedudukan paling bawah harus mempunyai tugas yang jelas
  • Variasi tugas bagi seseorang pejabat hendaknya yang sejenis atau yang erat hubungannya
  • Beban tugas setiap pejabat hendaknya merata atau adil
  • Penempatan pejabat hendaknya dilaksanakan secara tepat
  • Penambahan atau pengurangan pejabat harus berdasarkan volume kerja
  • Apembagian kerja para pejabat dalam unit atau satuan organisasi jangan sampai timbul nepotisme

d. Koordinasi. Asas ini menyatakan bahwa suatu organisasi harus memiliki keselarasan aktivitas diantara satuan unit atau organisasi atau diantara pejabatnya. Dengan keselarasan ini dapat dihindari terjadinya konflik, rebutan sumber atau fasilitas, kekembaran pekerjaan, kekosongan pekerjaan dan merasa lepas satu sama lain. Disamping itu koordinasi dapat lebih menjamin kesatuan sikap, tindakan, kebijakan dan implementasi.

e. Pelimpahan Wewenang, merupakan penyerahan sebagian hak untuk mengambil keputusan yang diperlukan agar tugas serta tanggung jawab tetap dapat dilaksanakan dengan baik oleh seorang pejabat ke pejabat yang lain. Ahl ini dapat terjadi karena seorang atasan tidak mungkin memimpin bawahan dengan jumlah terlalu banyak karena kemampuan seseorang terbatas. Manfaat pelimpahan wewenang:
  • Pimpinan dapat melakukan pekerjaan yang pokok-pokok saja.
  • Tiap tugas dapat dikerjakan pada tingkat yang tepat
  • Keputusan-keputusan dapat dibuat dengan lebih tepat
  • Meningkatkan inisiatif dan rasa tanggung jawab
  • Mengurangi sikap selalu menunggu perintah
  • Pelayanan terus dapat dilaksanakan walaupun pejabat yang berwenang berhalangan

f. Rentang kendali, merupakan jumlah terbanyak bawahan langsung yang dapat dipimpin dengan baik olehseorang atasan, sedangkan bawahan langsung merupakan sejumlah pejabat yang langsung berkedudukan dibawah seorang atasan tertentu.

g. Jenjang organisasi, merupakan tingkat-tingkat satuan organisasi yang didalamnya terdapat pejabat, tugas serta wewenang tertentu menurut kedudukannya serta fungsisatuan organisasi. Pejabat yang berkedudukan pada tingkat yang lebih tinggi mengawasi para pejabat tingkat yang lebih tinggi mengawasi para pejabat pada tingkat dibawahnya, sehingga hubungan-hubungan yang dilakukan antara pejabat hendaknya selalu melewati tingkat-tingkat yang telah ditentukan itu.

h. Kesatuan perintah. Asas ini menyatakan bahwa tiap-tiap pejabat dalam organisasi hendaknya hanya mendapat perintah dan tanggung jawab kepada seorang atasan tertentu. Organisasi yang tidak memiliki kesatuan perintah akan menimbulkan kebinngungan, keraguan dari para bawahan.

i. Fleksibilitas. Asas ini menyatakan bahwa struktur organisasi hendaknya mudah diubah untuk disesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi tanpa mengurangi kelancaran aktivitas yang sedang berjalan. Perubahan-perubahan dapat terjadi karena pengaruh luar organisasi dan atau pengaruh dalam organisasi.
  • Struktur Organisasi

Struktur organisasi dapat diartikan sebagai susunan dan hubungan antara bagian dan posisi dalam perusahaan. Struktur organisasi menjelaskan pembagian aktivitas kerja, serta memperhatikan hubungnan fungsi dan aktifitas tersebut sampai batas-batas tertentu. Selain itu, struktur organisasi memeperlihatkan tingkat spesialisasi aktivitas tersebut. Struktur organisasi juga menjelaskan hirarki dan susunan kewenangan,serta hubungan pelaporan ?siapa melapor kepada siapa?. Dengan adanya struktur organisasi stabilitas dan komunitas organisasi tetap bertahan. Seseorang yang mewakili perusahaan akan menyusun ? Bentuk OrganisasiDi dalam organisasi dikenal beberapa bentuk organisasi atau lebih tepat disebut struktur organisasi, yaitu 
  • Organisasi Garis. Bentuk organisasi ini merupakan bentuk yang paling sederhana.
  • Organisasi Fungsional. Ciri struktur organisasi ini adalah bahwa setiap atasan mempunyai wewenang untuk memberikan perintah kepada setiap bawahan yang ada sepanjang perintah itu masih ada hubungannya dengan fungsi yang dimiliki atasan. Dalam praktek, struktur organisasi ini kadang-kadang menimbulkan kerancuan bagi bawahan dalam menjalankan perintah.
  • Organisasi Garis dan Staf. Jika suatu organisasi telah berkembang semakin besar, mungkin sekali akan timbul berbagai kesulitan bagi seorang pemimpin untuk mengambil keputusan, sehingga ia merasa perlu meminta bantuan kepada orang lain yang merasa lebih mampu. Oleh sebab itu, dibentuklah staf penasihat yang merupakan kumpulan orang-orang yang ahli dalam bidang-bidang tertentu. Didalam organisasi yang begitu kompleks, pimpinan biasanya mendelegasikan wewenang kepada para staf sesuai dengan bidang masing-masing untuk memberikan perintah atau instruksi kepada bawahan atas nama pimpinan.
  • Organisasi Gabungan. Bentuk organisasi gabungan ini pada dasarnya merupakan bentuk dari kombinasi struktur organisasi yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga bentuk strukturnya dapat berupa gabungan dari bentuk organisasi garis dan staf, garis dan fungsional, fungsional dan staf atau kombinasi dari ketiganya. Mengenai kebaikan dan kelemahan bentuk organisasi campuran atau gabungan ini akan mengikuti kebaikan dan kelemahan organisasi-organisasi yang dibawa dalam rangka penggabungan tersebut.
  • Organisasi Matriks. Secara nyata dapat terlihat bahwa dalam menangani suatu proyek yang cukup besar dengan permasalahannya yang sangat komplek, diperlukan upaya penyelesaian yang tepat, baik titinjau dari segi waktu, tenaga, maupun biaya yang dibutuhkan. Karena struktur organiasasi yang telah disebutkan sebelumnya dianggap tidak dapat menyelesaikan berbagai masalah tersebut, maka dibentuklah suatu organisasi matriks ini, yang pada dasarnya mempunyai tujuan memadukan berbagai bentuk struktur organisasi yang telah ada serta unsur personalia yang ada dalam organisasi dengan berbagai spesialisasinya guna menyelesaikan suatu proyek atau pekerjaan. Dalam organisasi matriks, seseorang bawahan mempunnyai lebih dari satu, misalnya dua orang atasan, sehingga mereka dibawah dua jalur wewenang atau dengan kata lain mempunyai dua rantai perintah, yang satu secara vertikal bersifat fungsional, sedangkan yang lainnya secara horisontal yang berasal dari perintah pimpinan proyek. Bila kedua jalur perintah ini digabungkan, akan terlihat bentuk sebuah matriks, sehingga disebut Organisasi Matriks.

C. Penilaian Kinerja Manajemen
Analisis terhadap penilaian kinerja manajer dilaksanakan untuk mengetahui apakah program untuk menilai kinerja manajemen telah ada dan dijalankan dengan efektif. Untuk itu auditor harus memperoleh keyakinan yang memadai mengenai program penilaian kinerja manajer agar program penilaian kinerja tersebut memungkinkan untuk perkembangan bagi manajer yang produktif, penilaiannya wajar dan adil serta apakah para manajer puas dengan program tersebut. Dalam penilaian kinerja manajer ada tiga hal penting yang harus ada, yaitu : kriteria, hasil aktual dan standar. Tidak sebagaimana penilaian kinerja karyawan biasa yang standarnya merupakan hasil penelitian tertentu, maka standar bagi penilaian kinerja manajer adalah berhasil atau tidaknya sasaran perusahaan yang dibebankan kepadanya. Jadi Unsur penilaian kinerja manajer adalah :
a. Kriteria yaitu keberhasilan mencapai tujuan sasaran unit yang menjadi tanggung jawabnya
b. Hasil aktual adalah berhasil atau tidaknya manajer mencapai sasaran unit kerja dibawahnya
c. Standar adalah hasil aktual mencapai sasaran.
Ukuran keberhasilan seorang manajer adalah ketika hasil aktual dari unitnya mencapai sasaran yang dibebankan kepadanya. Sedangkan bila tidak berhasil, maka sejauh mana ketidakberhasilan itu menjadi ukuran penilaian kinerja ketidakberhasilan manajer.
Tiga aspek yang bermuara pada kinerja manajerial yang menjadi sasaran penilaian auditor adalah :
1. Kemampuan manajer memainkan pernannya secara efektif, misalnya peranannya selaku atasan, peranannya yang bersifat informasional yaitu mengendalikan informasi dalam perusahaan, dan peranannya selaku juru bicara perusahaan yang mewakili perusahaan dalam menghadapi berbagai pihak diluar perusahaan seperti instansi pemerintah, asosiasi perusahaan sejenis, penyandang dana, dan pihak-pihak lainnya.
Peranan itu dimaksudkan untuk memberikan penjelasan tentang :
a. Rencana kerja perusahaan
b. Kebijakan yang sudah ditetapkan, sedang ditempuh dan akan dirumuskan di masa depan
c. Situasi yang dihadapi oleh perusahaan
d. Kondisi yang diperkirakan akan dihadapi dimasa mendatang
e. Hasil-hasil yang telah diraih
2. Ketangguhan manajemen menyelenggarakan berbagai fungsi manajerial.
Keterampilan memimpin perusahaan yang dihadapkan kepada berbagai tantangan, baik yang sifatnya eksternal maupun internal.

SIMPULAN ANALISIS
Dari analisis manajemen secara umum diatas auditor harus memperoleh keyakinan yang memadai tentang :
1. Efektivitas manajemen secara umum dalam mengelola sumber daya yang ada dalam perusahaan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.
2. Adanya perencanaan yang memadai atau tidak.
3. Anggaran yang disusun adalah anggaran yang realistis, fleksibel dan terpantau dengan baik
4. Perusahaan telah memiliki struktur organisasi yang efektif dan deskripsi yang jelas atau belum.
5. Program penilaian kinerja manajer telah berjalan baik dan memungkinkan memberikan umpan balik yang memadai atau tidak.

6. Secara keseluruhan apakah manajemen telah mencapai sasaran perusahaan atau tidak. Dan bila sasaran tidak tercapai, penyebabnya dapat diidentifikasi dengan baik atau tidak.

18.6.14

Cara Menulis BAB III yang Benar


Pada bab III sebuah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berisi tentang hal-hal yang merupakan pedoman pelaksanaan penelitian di lapangan. Pada bab Metodologi ini, biasanya terdiri dari beberapa subbab yaitu:
1. Objek tindakan
2. Setting lokasi dan subjek penelitian
3. Metode pengumpulan data
4. Desain penelitian
5. Metode Analisis Data
6. Cara Pengambilan Kesimpulan
Untuk lebih jelasnya, akan dijelaskan bagian-bagian tersebut secara terpisah.

OBJEK TINDAKAN
Objek tindakan berisi solusi yang digunakan untuk penyelesaian permasalahan yang terjadai dalam pembelajaran di kelas. Solusi tersebut tentunya menjadi variabel penelitian. Perhatikan contoh berikut ini!
Objek tindakan dalam penelitian ini adalah penggunaan model Jigsaw II untuk meningkatkan kompetensi membaca pemahaman siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Bojong Kabupaten Tegal.

SETTING LOKASI DAN SUBJEK PENELITIAN
Setting lokasi berisi tentang tempat dan waktu penelitian tindakan kelas tersebut dilaksanakan. Untuk setting waktu, sebisa mungkin dijabarkan sedetail mungkin dengan menggunakan tabel. Dalam tabel tersebt paling tidak mengungkapkan waktu dan kegiatan yang dilaksanakan pada waktu tersebut. Sementara itu, subjek penelitian berisi tentang kelas yang dijadikan subjek dalam penelitiannya. Perhatikan contoh berikut ini!
Penelitian tentang upaya meningkatkan kompetensi bermain peran dilakukan di SMP Negeri 2 Bojong Kabupaten Tegal pada tahun pelajaran 2010/2011. Subjek penelitian adalah kelas VIII B dengan jumlah siswa sebanyak 36 yang terdiri dari 18 laki-laki dan 18 perempuan. Adapun karakteristik siswa di kelas tersebut adalah�
Ungkapkan satu demi satu karakteristik subjek penelitian tersebut sehingga subjek penelitian lebih pantas dilakukan tindakan tertentu.

METODE PENGUMPULAN DATA
Metode pengumpulan data merupakan cara yang akan dilakukan untuk mengumpulkan data penelitian baik berupa nilai maupun nonnilai. Beberapa metode pengumpulan data yang biasa digunakan dalam PTK adalah
1. Tes yaitu suatu cara mengumpulkan data daya serap siswa dengan diberikan pertanyaan-pertanyaan yang terkait secara langsung dengan indikator keberhasilan pembelajaran.
2. Observasi yaitu suatu cara mengumpulkan data dengan cara melakukan pengamatan. Data yang biasa diambil dengan observasi adalah data tingkah laku dan aktivitas siswa dalam KBM.
3. Dokumentasi yaitu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara mempelajari dan menyeleksi data dari dokumen yang relevan dengan penelitian. Dokumen tersebut seperti daftar nilai, jurnal mengajar, catatan perilaku daru guru BK, dan lainnya.
Dalam penulisannya di laporan PTK, metode ini sebisa mungkin dijelaskan manfaat penggunaanya. Misalnya penggunaan metode tes ini digunakan untuk mencari data tentang apa saja.

DESAIN PENELITIAN
Desain penelitian yang sering digunakan dalam PTK menggunakan desain baku. Desain tersebut terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaa, observasi, dan refleksi. Jelaskan apa saja yang dilakukan setiap bagian dari langkah kegiatan tersebut. Perhatikan contoh berikut ini!
Tahap Perencanaan
Beberapa kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah
a. menentukan masalah pokok yang segera harus dipecahkan yaitu kurangnya kemampuan membaca cepat dan memahami isi bacaan pada siswa kela VII.
b. Membuat skenario pembelajaran yaitu dgn menerapkan metode latihan terstruktur untuk mempermudah cara membaca cepat dan sekaligus mampu memahami isi bacaan
c. Merancang lembar pengamatan untuk mengetahui perubahan yang dialami siswa dengan diterapkannya metode latihan terstruktur tesebut
d. Menyiapkan teks bacaan untuk praktek anak-anak selama siklus berlangsung
e. Menyusun soal tes untuk mengetahui keberhasilan setelah siklus berakhir.

METODE ANALISIS DATA
Yaitu cara yang dipakai untuk menganalisis data yang telah diperoleh. Beberapa metode analisis data yang biasa digunakan dalam PTK adalah analisis deskriptif yaitu mendeskripsikan data-data kemajuan belajar.

CARA PENGAMBILAN KESIMPULAN
Bagian ini berisi penjelasan tentang ketercapaian indikator yang telah ditetapkan dalam penelitian. Perhatikan contoh berikut!
Kemampuan membaca cepat dikatakan meningkat apabila nilai rata rata siswa dalam membaca cepat dan memahami isi teks mencapai nilai di atas KKM yang telah dikatan yaitu 6,5


Sudah paham? Kalau sudah, cobalah memulainya kemudian lakukan penelitian tersebut di kelas. Apabila data sudah dikumpulkan dan Anda bingung bagaimana menjabarkan data tersebut, silahkan baca bagian cara menulis bab IV pada blog ini juga. Mudah-mudahan bagian tersebut sudah bisa Anda baca saat itu.
Selamat mencoba!

Cara Membuat BAB I (Pendahuluan)


LANGKAH MUDAH MEMBUAT BAB 1 PENDAHULUAN
Setelah kita menemukan permasalahan penelitian (Baca bagian menentukan permasalahan penelitian) kini kita mulai membuat bab I atau bab pendahuluan. Bab pendahuluan pada Penelitian Tindakan Kelas atau PTK terdiri dari beberapa subbab. Subbab tersebut adalah
a. Latar Belakang
b. Identifikasi Masalah
c. Pembatasan Masalah
d. Perumusan Masalah
e. Tujuan Penelitian
f. Manfaat Penelitian
Untuk selanjutnya, marilah kita ulas bagian-perbagian dari bab pendahuluan tersebut.

Latar Belakang
Latar belakang adalah hal-hal yang melatarbelakangi suatu peneliti menentukan permasalahan penelitian. Yang harus diungkapkan dalam bagian latar belakang adalah
1. Deskripsikan data faktual yang menunjukan terjadinya masalah( kondisi awal ), tempat setting, serta pentingnya masalah itu segera dipecahkan dengan cara yang dilakukan. Hasil kajian dari kegiatan prapenelitian dapat diungkapkan di sini meskipun tidak terlalu mendetail.
2. Jelaskan kondisi awal baik yang menyangkut siswa maupun guru. Ingat berhasilnya proses pembelajaran ditentukan oleh siswa sebagai subjek didik dan guru sebagai pendidik. Sepandai apapun siswa tanpa didampingi oleh guru yang baik, hasilnya tidak akan maksimal. Demikian pula sebaik apapun guru tersebut, kalau siswanya tidak memiliki motivasi belajar, hasilnya juga tidak akan baik.
3. Deskripsikan apa yang menjadi harapan peneliti. Misalnya dengan penelitian yang akan dilakukan ini peneliti berharap proses pembelajaran lebih bagus; siswa lebih termotivasi dan aktif mengikuti Proses Belajar-Mengajar; hasil atau daya serap siswa meningkat yang pada akhirnya meningkat pula prestastasi belajar siswa.
4. Uraikan kesenjangan yang terjadi yang segera harus dipecahkan. Pada bagian ini digambarkan kondisi nyata yang hasilnya baik dengan kondisi ideal yang diharapkan berkaitan dengan permasalahan penelitian. Jelaskan pula apa yang akan terjadi apabila permasalahan tersebut tidak segera dipecahkan. 
5. Menawarkan solusi/pemecahan masalah melalui penelitian. Solusi yang ditawarkan harus disertai dengan alasan mengapa solusi tersebut yang dipilih.
6. Jelaskan singkat langkah kongrit yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah penelitihan. Langkah-langkah konkret yang ditulis dalam bagian ini cukup pada inti kegiatan saja tanpa uraian yang mendetail. Uraian mendetail akan dijelaskan pada bagian yang lain.

Identifikasi Masalah
Yang dimaksud identifikasi masalah adalah menandai permasalahan-permasalah yang muncul berkaitan dengan masalah penelitian. Untuk membuat identifikasi masalah lakukan kegiatan berikut:
1. Cari dan temukan masalah masalah yang menyebabkan terjadinya kondisi awal 
2. Masalah yang dimaksud adalah masalah yang berkait dengan kodisi siswa maupun guru
Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah adalah membatasi permasalahan-permasalahan yang muncul dalam proses identifikasi masalah. Pembatasan masalah dimaksudkan untuk membatasi variabel penelitain baik variabel X maupun variabel Y.

Perumusan Masalah
Setelah permasalahan dibatasi, maka tiba saatnya masalah dirumuskan. Beberapa rambu-rambu dalam merumuskan masalah adalah:
1. Dikembangkan dari identifikasi dan pembatasan masalah 
2. Umumnya berbentuk kalimat tanya 
3. Kalimat tanya yang diajukan mengacu ke masalah pokok 
4. Kalimat tanya pada rumusan masalah nantinya harus dijawab. Jawaban pada perumusan masalah akan dilakukan dalam bagian hasil penelitian.
5. Kualitas penelitian sangat dipengaruhi oleh kualitas jawaban bukan hanya banyaknya rumusan masalah.
Contoh
Judul : Peningkatan Kompetensi Membaca Pemahaman Siwa Melalui Model Jigsaw Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Bojong Tegal
Rumusan Masalah
1. Seberapakah peningkatan Kompetensi Membaca Pemahaman Siwa Melalui Model Jigsaw Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Bojong Tegal? 

Judul : Peningkatan kemampuan membaca cepat serta memahami isi bacaan siswa kelas � dalam mata pelajaran bahasa Indonesia melalui metode latihan terstruktur 
Rumusan Masalah
1. Apakah kemampuan membaca cepat serta memahami isi bacaan siswa kelas �dalam pelajaran bahasa Indonesia dapat ditingkatkan melaui metode latihan terstruktur?

Tujuan Penelitian 
Ungkapkan semua tujuan penelitian yang diinginkan peneliti. Namun, pada hakikatnya, tujuan penelitian itu sama dengan rumusan permasalahan. Bedanya adalah kalau rumusan masalah ditulis dalam kalimat pertanyaan, tujuan penelitian dibuat dalam kalimat pernyataan. Cara mudahnya adalah dengan menghilangkan kata tanya yang ada dalam rumusan masalah 
Contoh
Rumusan Masalah
Apakah kemampuan membaca cepat serta memahami isi bacaan siswa kelas �dalam pelajaran bahasa Indonesia dapat ditingkatkan melaui metode latihan terstruktur?
Tujuan : 
Untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca cepat serta memahami isi bacaan siswa kelas �dalam pelajaran bahasa Indonesia melaui metode latihan terstruktur.
Atau
Untuk mengetahui apakah metode latihan terstruktur dapat meningkatkan kemampun membaca cepat siswa kelas�

Manfaat Penelitian
Dalam penentuan manfaat penelitian, ungkapkan manfaat yang diperoleh dengan pelaksanaan penelitian tersebut sekurang-kurangnya bagi siswa dan guru. Kalau memungkinkan, unkapkan manfaat yang lainnya seperti bagi dunia keilmuan. Tulislah manfaat-manfaat tersebut secara terpisah setiap bagian kebermanfaatannya.
Contoh :
Bagi siswa
1. Mendorong siswa untuk menerapkan kemampan membaca cepat dalam upaya memahami isi bacaan.
2. Meningkatkan kompetensi membaca cepat siswa.
3. Meningkatkan prestasi belajar siswa.
Bagi guru
1. Memberi masukan kepada guru bahwa metode latihan terstruktur dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca cepat 
2. dst

29.4.14

CARA MEMBUAT SKRIPSI BAB II

Skripsi bab II merupakan bagian yang lebih dari cukup untuk membuat bagian kepala (otak) berputar-putar tak menentu. Kali ini Penulis mencoba share cara membuat skripsi bab II yang mungkin dapat mengurangi putaran otak anda. artikel ini di dedikasikan untuk rekan-rekan mahasiswa yang sedang menggarap skripsi. Tanpa bermaksud lebih dari siapapun, semata-mata karena penulis tau rasa pahitnya menggarap skripsi. He he he ........alay.

Skripsi bab II adalah tinjauan pustaka dari penelitian yang akan kita buat. Singkatnya bab II berisi teori-teori yangg melatar belakangi seluruh kegiatan penelitian yang dilakukan. 

Langkah-langkah pembuatan skripsi  bab II
1. Amati baik-baik judul skripsi  anda. Kemudian pecahkan menjadi beberapa bagian. Misalkan  judul anda "meningkatkan hasil pembelajaran IPA materi perkembangbiakan mahluk hidup dengan tutor sebaya pada siswa SD". Judul tersebut jika kita pecah akan menjadi beberapa bagian yang kelak di bahas dalam Bab II   yaitu:
  • Pembelajaran IPA
  • Materi perkembangbiakan mahluk hidup
  • Tutor sebaya
  • Siswa sekolah dasar
Dari 4 poin diatas maka jadilah sebuah format untuk bab II seperti gambar dibawah ini.

Jika kita cermati. Jelas bahwa format bab II merupakan hasil penjabaran dari poin-poin di judul skripsi . Hanya di tambah poin terakhir yaitu hipotesis tindakan.   Format diatas dapat anda kembangkan sesuai dengan penelitian anda.  Jadi deh. Format daftar isi untuk bab 2.

2. Dari format bab II tersebut. anda sekarang sudah punya patokan dasar. Gunakan poin-poin tersebut untuk proses pencarian teori.
3. Setelah anda mendapatkan banyak teori. Sekaranglah saatnya menyusun kata demi kata. Kalimat demi kalimat dan paragraf tentunya. Gunakan teori pengganti yang maknanya sama, Jika anda mentok  dalam mencari suatu teori.
4. Jangan terpaku dengan buku, dalam mencari referensi. Gunakan fasilitas google book, blog-blog terkait atau artikel-artikel umum.
5. Jika anda ingin lebih mudah dan cepat pada penggarapan skripsi bab II.  Pembuatan hipotesis sebaiknya dilakukan diawal. Kemudian buatlah sebuah kerangka pemikiran. Dan carilah teori nya berdasarkan garis kerangka pemikiran yang telah anda buat.

Kesalahan yang banyak terjadi pada penggarapan bab II.
1. Kebanyakan mahasiswa tidak melakukan pemecahan judul untuk membuat format daftar isi. Tetapi malah menggunakan skripsi perpustakaan yang sudah jadi sebagai contoh. Alih-alih ingin cepat selesai    malah jadi terhambat karena bingung.
2. Terpaku pada satu hal. Kemudian mandek. 
Ini juga merupakan kesalahan yang paling banyak dijumpai. Mandek karena bingung merangkai kata, mandek karena teori gak ketemu, mandek karena gak bisa membuat paragraf yang sinkron. Yang pada intinya adalah terpaku pada satu hal.  Padahal anda punya pembimbing skripsi. Tulis saja apa yang ada di otak anda kemudian print berikan ke orang lain atau ke dosen kesayangan anda. Minta pendapatnya kemudian serahkan ke dosen pembimbing.  Mengutip pepatah seorang teman "sebenarnya yang menjadi rahasia tuhan itu empat; jodoh, rejeki,maut. Yang ke empat bimbingan skripsi".  Keep moving guys.
3. Tertekan.
Entah kenapa dalam posisi tertekan yang namanya manusia bakal ......blank, down, males, dan cupu dengan tatapan mata kosong. Nikmati dan jangan terburu-buru. Pembuatan skripsi gak mungkin Cuma dengan 1 X bimbingan, 1x revisi, atau 1x di semprot dosen.  Pembuatan skripsi itu bukan sulap.  Kita sedang belajar, wajar jika harus berulang-ulang direvisi.

Keep moving friends.


3.3.14

Jenis-Jenis Penelitian

1. Penelitian Eksploratif  (penjajagan).

penelitian ini dilakukan secara terbuka dan mencari-cari karena pengetahuan peneliti tentang masalah yang di teliti masih terbatas.

2. Penelitian Deskriptif.
penelitian ini dilakukan untuk mempelajari masalah dalam masyarakat,tata cara yang berlakudalam masyarakat serta situawsi-situasi,sikap, pandangan. proses yang berlangsung, dan pengetahuan dari suatu fenomena, pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat

3. Penelitian Evaluasi. 
penelitian ini dilakukan untuk mencari jawaban tentang pencapaian tujuan yang digariskan sebelumnya.

4. Penelitian Eksplanasi (Penjelasan). Penelitian ini dilakukan dengan data yang sama, menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis.

5. Penelitian Prediksi. 
Penelitian ini dilakukan untuk meramalkan denomena atau keadaan tertentu.

6. penelitian Pengembangan Sosial
Penelitian ini dikembangakan berdasarkan survei yang dilakukan secara berkala.

7. Grounded Research.
penelitian ini mendasarkan diri pada fakta dan menggunakan analisis perbandingan, bertujuan mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep, membuktikan teori, mengembangkan teori, juga mengumpulkan dan anlisis data dalam waktu yang bersamaan.

Tujuan Penelitian

Penelitian secara umum disebut dengan suvei yang bertujuan untuk:
1.memperoleh fakta dari gejala yang ada.
2. mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dan lain-lain.
3.melakukan evaluasi dan komprasi terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal serupa
4. dilakukan terhadap sejumlah individu/unit baik secara sensus maupun secara sampel.

5. hasilnya digunakan untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan

penelitian dilakukan dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah, yaitu mengemukkan pomkok-pokok pikiran, serta menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah sehingga menyakinkan. ada dua kriteria dalam menentukan kadar mutu ilmiah dari suatu penelitian, yaitu kemampuan memberikan pengertian dari suatu penelitian, yaitu kemampuan memberi pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti dan kemampuan untuk meramalkan sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data sama ditemukan di tempat serta waktu lain.


Cara menulis Latar Belakangan masalah

latar belakang adalah bagian yang penting sebagai titik tolak untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai apa penyebab munculnya penelitian anda. latar belakang terdiri dari tiga unsur

1. kondisi ideal. konsi ideal menggambarkan sebuah keadaan yang menjadi tujuan, dicita-citakan, atau di impikan. dalam sebuah organisasi, kondisi ideal biasanya diuraikan dalam visi dan misi.

2. kondisi saat ini. kondisi saat ini menggambarkan keadaan yang benar-benar terjadi pada saat ini. uraikanlah kondisi realita tersebut, terutama yang berkaitan denganpenelitian yang sedang dirumuskan.

3. Solusi. pada bagian ini. uraikanlah hal-hal yang akan diteliti dalam rangka mengatasi gap antara konisi saat ini dengan kondisi ideal yang ingin dicapai.


Sistematika Proposal Penelitian Kuantitatif

Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif.
1. Latar belakang masalah. di dalam bagian ini dikemukanan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang di teliti

2. Rumusan Masalah. Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pernyataan-pernyataan yang hendak dicarikan jawaban

3. Tujuan penelitian. tujuan penelitian mengungkap sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian.

4. Hipotesis Penelitian. Jika ada. tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis penelitian.

5. Asumsi Penelitian. Jika diperlukan. Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian.

6. Ruang lingkup dan keterbatasan penelitian. yang dikemukakan pada bagian ruang lingkup adalah variabel-variabel yang teliti,populasi atau objek penelitian dan lokasi penelitian.

7. Definisi istilah atau definisi operasional. diperlukan apabila diperkirakan akan timbul perbedaan pengertian atau kekurang jelasan makna seandainya penegasan istilah tidak diberikan

8. Metode Penelitian. pokok-pokok bahasan yang tedapat dalam bab metode penelitian paling tidak mencakup aspek rancangan penelitian

9. landasan teori. dalam kegiatan ilmiah, dugaan atau jawaaban pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam jawaban yang dapat diandalkan.

10. kajian pustaka. memuat dual hal pokok yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti dan kesimpulan tentang kajian

11. Daftar Rujukan. bahan pustaka yang dimasukan dalam daftar rujukan harus sudah disebut dalam teks.

CONTOH SURAT KEHILANGAN

SURAT PERNYATAAN KEHILNGAN


Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : akhmad zaini
NIM : 10.12.5257
Jurusan : Sistem Informasi
Dengan ini menyatakan saya telah kehilangan kwitansi Remedial tahun akademik 2012/2013.
Demikian surat ini saya buat, atas perhatiann saya ucapkan terimakasih.

Yogyakarta, 3 Maret 2014
Hormat saya,









Akhmad Zaini