Home » Posts filed under IMK
7.7.14
Karakteristik Umum Ragam Dialog IMK
3.7.14
Ragam Dialog Dalam IMK
- Informasi disusun dalam formulir-formulir, nama-nama dan susunan menu, ukuran dan bentuk dari ikon, dll, semuanya harus konsisten diseluruh sistem
- Konsisten mengijinkan banyak aksi menjadi otomatis
- Jika ada aplikasi baru hadir dengan fungsi yang berbeda akan menyebabkan user harus mempelajari kembali operasi-operasi yang dilakukan
- Mis: konsistensi di dalam menu bar untuk File, Edit dan Format
- User yang bekerja dengan satu aplikasi dalam seluruh waktunya akan menginginkan penghematan waktu dengan memanfaatkan short cut
- User mulai hilang kesabaran dengan urutan menu panjang ketika mereka sudah tahu pasti apa yang mereka kerjakan
- Short cut keys dapat mereduksi jumlah interaksi untuk tugas yang diberikan
- Designer dapat menyediakan fasilitas makro bagi user untuk membuat short cuts bagi dirinya sendiri
- Dengan short cut membuat user lebih produktif
- Mis: jika user meng-�click� sebuah button harus secara visual ada perubahan bentuk atau bisa berupa bunyi yang mengindikasikan komputer telah meresponnya
- Informasi feedback sangat penting bagi user, mis:
- Jika komputer sedang melakukan proses tertentu, maka perlu ada informasi
- Pesan error harus dinyatakan secara jelas apa kesalahannya dan menerangkan bagaimana kesalahan tersebut terjadi
- Hindari pesan yang menakutkan atau menyalahkan user seperti: �FATAL ERROR 2005�
- Juga sediakan informasi yang memudahkan untuk mengoreksi error tersebut, mis: �the date of birth entered is not valid. Check to be sure only numeric characters in appropriate ranges are entered in the date of birth fields�.�
- User memerlukan bahwa ketika mereka sudah memilih opsi dan membuat aksi, aktivitas itu dapat dibatalkan atau kembali ke kondisi sebelumnya dengan mudah.
- Mengijinkan user untuk belajar tentang sistem dengan melakukan eksplorasi.
- Jika mereka melakukan kesalahan, mereka dapat membatalkan aksinya.
- Jika user akan menghapus sesuatu yang substansial (mis: sebuah file), sistem harus meminta konformasi terhadap aksi tersebut.
- User yang berpengalaman menginginkan bahwa mereka yang mengendalikan sistem dan sistem merespon mereka. Segala sesuatu yang mereka tidak tahu rasanya ingin segera mendapat jawabannya, oleh sebab itu fasilitas �help� penting untuk menolongnya agar segera mendapatkan solusi
- User yang tidak berpengalaman ketika mengalami kesulitan dalam mengeksplorasi sistem juga perlu mendapat pertolongan yang mudah dan sederhana, fasilitas �help� yang lengkap, mudah dioperasikan akan menolong mereka mengatasi kesulitannya
- Orang mempunyai keterbatasan pada short-term memory-nya
- Orang hanya mengingat sekitar 7 chunk informasi pada satu saat
15.6.14
Masalah-masalah IMK dalam Desain DL (Digital Library)
Memperluas Pengetahuan IMK melalui DL (Digital Library)
terjadi hubungan yang resiprokal (timbal balik), yaitu IMK mempengaruhi desain DL, demikian juga DL mempengaruhi perkembangan IMK
Cara memperluas pengetahuan IMK melalui DL:
- Adanya gabungan dan penyesuaian peralatan multimedia (gambar, suara, teks) dalam tampilan DL
- Gaya hidup digital dan kebutuhan untuk mendapatkan informasi seluas-luasnya
- Melalui DL, kita dapat belajar dan mendapatkan instruksi mengenai IMK
- Kebutuhan DL untuk memberikan informasi yang lebih responsif sesuai dengan imajinasi user
- Akses DL dapat dilakukan dimana saja, mis: desktop, laptop, PDA, dan HP. Peran IMK adalah bagaimana memberikan tampilan dan akses yang bagus sesuai dengan layar monitor masing-masing peralatan tersebut (kompatibel)
13.6.14
Dasar Pemikiran Diadakannya Digital Library
Pengenalan dan Defenisi Digital Library Dalam IMK
26.3.14
Model Arsitektur Kognitif IMK
Model Fisik dan Peralatan dalam IMK
- Motorik fisik
Mental - M-mental preparation: persiapan mental menghadapi aksi fisik.
System � R-response: respons system waktu, waktu secara empiris ditentukan oleh:
Texecute = TK + TP + TH +TD + TM + TR
25.3.14
Mengenal Model Linguistik IMK
Kito Share - Model linguistic (kinguistic model) merupakan suatu pemahaman dari perilaku pengguna dan kesulitan kognitif yang didasarkan pada analisis bahasa di antara pengguna dan system yang dalam hal ini penekanannya ada pada mode-model dialog yang terbagi menjadi:
1. Backus-Naur Form (BNF): Suatu natosi yang sangat umum dari ilmu computer yang merupakan pandangan sintaktik murni dari dialogue, yang terbagi menjadi dua aksi, yaitu non terminal dan terminal.
� Terminal: tingkat terendah dari prilaku user dituliskan dengan huruf capital. Contoh : CLICK-MAUSE, MOVE-MAUSE.
� Non-terminal: merupakan tingkat yang lebih tinggi dari abstraksi dituliskan dengan huruf kecil. Contoh, select-menu, positon-mause.
Contoh dari backus-naur form:
Sintak dasar dari non-terminal :: = ekspresi, suatu ekspresi memiliki terminal dan non terminal yang dikombinasikan dalam urutan (+) atau sebagai suatu alternative (|) seperti berikut:
BNF hanya merepresentasikan aksi user, tidak member tanggapan terhadap system. Pengukuran dengan BNF dengan jumlah aturan (tidak telalu baik) dan jumlah operator + dan |. Kompleksitas pada BNF dengan sintak yang sama untuk semantic yang berbeda dan tidak ada refleksi dari persepsi pengguna dengan pengecekan konsisten minimal.
Deskripsi BNF dari suatu interface dapat dianalisis dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mengukur jumlah aturan dan operatornya. Semakin banyak jumlah aturannya, semakin rumit interface tersebut dan hal ini bergantung pada cara pendeskripsian interface, karena bisa saja aturan untuk perilaku user yang sama diartikan dengan cara yang berbeda.
Selain itu pengukuran kompleksitas bahasa secara keseluruhan, BNF dapat digunakan untuk menentukan beberapa banyak tindakan dasar yang dibutuhkan dalam tugas tertentu dan didapatkan estimasi kasar dan kesulitan tugas itu. Deskripsi BNF hanya digunakan untuk merepresentasikan aksi yang dilakukan user, bukan persepsi user terhadap system.
2. Task-Action Grammar (TAG): BNF mengabaikan struktur konsistensi bahasa dan hanya menggunakan command name dan letter, sedang TAG lebih menekankan pada Consistency. Consistency dibuat lebih jelas dengan parameter aturan tata bahasa sedangkan non terminal dimodifikasi agar dapat menampung fitur-fitur sematik tambahan.
Cogbitive Complexity Theory (CCT) IMK
- User goal: berhubungan dengan aturan produksi. Aturan produksi tersebut berbentuk�IF kondisi THEN aksi: dan dipisahkan antara aturan untuk pemula dan yang sudah ahli.
- System atau Device. Berhubungan denga jaringan transisi tergeneralisasi yang sangat detail. Terdapat penjelasan yang luas dan jaringan transisinya mencakup semua model dialog.













.png)

