Tampilkan postingan dengan label Pengelolaan Instalasi Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengelolaan Instalasi Komputer. Tampilkan semua postingan

2.5.14

PERMASALAHAN PADA JARINGAN LAN dan SOLUSINYA

Ada banyak jenis masalah jaringan yang dapat menyebabkan gangguan pada sebuah komputer, gangguan jaringan local, sampai gangguan pada koneksi jaringan global.

1. Masalah jaringan karena kegagalan kabel jaringan
Yang ini merupakan masalah jaringan yang umum kita temui akibat putusnya kabel jaringan yang bisa mempengaruhi kinerja sebuah komputer dalam jaringan karena putusnya kabel patch anda karena digigit tikus; masalah jaringan yang berdampak pada satu blok gedung karena putusnya kabel antar switch (uplink cable); atau bahkan berdampak pada sebagian besar komputer dalam jaringan lan anda karena kegagalanbackbone cable.

2.kerusakan pada Kabel dan konektor Jaringan
Kabel dan konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk jaringan. Kabel dan konektor untuk membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3 jenis yaitu:
�      Jenis kabel serat optik menggunakan konektor SC dan ST.
Gangguan atau kerusakan pada kabel dan konektor jenis serat optik sangat jarang, tetapi memerlukan penanganan secara khusus untuk perawatan jaringan
�      Jenis Kabel UTP dengan konekor RJ45.
Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak terpasang dengan baik (longgar), susunan  pengkabelan yang salah dan kabel putus. Indikasi yang dapat

dilihat adalah lampu indikator yang tidak hidup pada kartu jaringan atau pada Hub/switch. Jaringan menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan terpasang menggunakan topologi star, workstation terpasang secara paralel dengan menggunakan swicth/hub. Sehingga yang terjadi gangguan hanya pada workstation yang kabelnya mengalami gangguan saja
�      Jenis kabel Coaxial dengan konektor BNC.
Kabel jenis coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan jenis kabel lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang longgar (tidak konek), kabel short dan kabel terbuka resistor pada terminating conector. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor ini menyebabkan system jaringan akan down dan komunikasi antar komputer berhenti

            Jika terjadi kerusakan pada kabel dan konektor jaringan yang disebabkan oleh suatu hal, solusinya kita lihat dahulu apakah kabel yang kita gunakan itu benar-benar tidak bias digunakan lagi atau masih bisa, jika tidak kita perlu menggantinya dengan kabel dan konektor yang baru.atau jika yang rusak itu hanya pada konektornya namun kabelnya masih dapat digunakan kita hanya perlu memgganti konektornya saja.

3. Masalah jaringan karena kegagalan piranti jaringan
Skala gangguan akibat dari kegagalan piranti jaringan juga bisa bervariasi, dari hanya sebuah komputer karena kegagalan NIC � lan card; beberapa komputer karena kegagalanswitch; atau bahkan berskala luas karena kegagalan pada switch central yang menghubungkan jaringan server. Untuk kegagalan lan card di salah satu komputer bisa diganti dengan network card cadangan anda.

4.Gangguan atau Kerusakan pada Hub/switch
Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami kerusakan berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub dapat dilihat pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing masing workstation. Apabila lampu indikator power Hub/switch mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan bahwa komputer workstation sedang tidak aktif (tidak hidup) atau ada gangguan pada komputer workstation tersebut.
            Jika terjadi kerusakan pada HUB maka pertama kita harus mengecek apakah HUB yang kita gunakan memang sudah rusak atau hanya mengalami gangguan saja,namun jika HUB yang kita gunakan memang benar-benar pasitif rusak maka kita perlu menggantinya dengan HUB yang baru atau dapat diperbaiki ditempat service khusus.namun saran kami lebih baik mengganti dengan yang baru selain kwalitasnya yang lebih bagus biasanya biaya memperbaiki hampir sama dengan biaya membeli baru.


5. Masalah jaringan karena kegagalan system
Kegagalan system bisa saja karena ada masalah dengan DHCP server anda sehingga clients tidak menerima IP address. Atau bisa saja karena ada masalah dengan system Directory Services anda sehingga clients tidak bisa logon ke jaringan.Atau bisa saja karena ada masalah dengan register nama pada system DNS anda.

6.Tidak bisa sharing data
Hal ini sering terjadi dikarenakan sharing pada computer masih di disable jadi kita harus mengaktifkan dengan
Jadi klik pada Lalu pilih lalu ceklist lalu apply
Selain itu mungkin sedang terjadi hang pada computer dan yang harus ditempuh adalah merestar komputer.
Hal ini juga sering terjadi karena IP yang kita gunakan salah atau sama dengan IP komputer lainnya. Ganti dengan IP yang beda.

7. Masalah jaringan karena ledakan virus
Jenis ini juga merupakan masalah jaringan yang bukan karena kegagalan infrastruktur jaringan fisik, akan tetapi system jaringan anda akan kebanjiran traffic dari pengaruh virus yang menyerang system server dan menulari ke semua komputer dalam jaringan anda. Kinerja dari system jaringan anda akan menjadi sangat pelan sekali bahkan boleh dibilang ambruk. Apa yang bisa anda lakukan dengan serangan virus ini adalah menerapkan best practice security policy, pertahanan system anda harus kebal sekali.

8. Masalah Koneksi putus-putus
Penyebab : Kualitas Jaringan telepon menurun, suara telepon kemrosok atau ada dengung
Solusi : - Cek perkabelan rumah (dari KTB sampai Modem)
- Jika masih coba lapor ke kantor TELKOM terdekat

9. Masalah Koneksi Lambat
Penyebab : Banyaknya PC yang disharing.
Aktifitas Client-client PC yang Download atau Upload Malware (Virus, Trojan, Spyware) yang menghabiskan Bandwidth anda Kondisi PC yang Memang Lambat
Solusi : Gunakan Bandwidth management Gunakan antivirus atau anti Spyware

10. Masalahnya terdapat pada Network Connection, dimana nomer IP, Gateway dllnya nge-blank, padahal sudah di setting manual, Status jaringan connected dan masih bisa mengakses data jaringan via IPX/SPX/NetBIOS, tapi nomer IP nya tidak dapat maka akses internet tetap mati.
Solusi :
Error 1068: The dependency service or group failed to start. DHCP Client Service padaWindows XP tergantung pada tiga komponen berikut: * AFD * NetBios over Tcpip * TCP/IP Protocol Driver Jika salah satu dari driver diatas gagal jalan, maka DHCP ClientService akan gagal jalan / not start.
Langkah I - Pastikan bahwa ketiga file driver diatas ada pada tempatnya Buka Windows Explorer arahkan ke folder %Windir%\System32\Drivers. Pastikan file-file dibawah ini ada di folder tersebut: * afd.sys * tcpip.sys * netbt.sys
Jika satu atau beberapa dari file-file diatas hilang \ tidak ada, extrakkan dari Windows XP CD-ROM atau dari folder ServicePackFiles\i386. ---> Yang saya lakukan adalah mengkopikan dari komputer lain yang Windows XP-nya masih OK.
Langkah II - Direstart Simple TCP/IP dah jalan normal dan sambungan internet.

11. Masalah Koneksi lambat
Solusi: Menambah Kecepatan Koneksi Internet Menambah kecepatan akses internet sangat diinginkan para pengguna internet. Ada banyak cara digunakan untuk menambah kecepatan akses koneksi internet, dari cara simpel menonaktifkan loading gambar pada browser hingga penggunaan software tertentu.

12. Komputer tidak terdeteksi oleh komputer lain
Hal ini sering terjadi dikarenakan alamat digunakan dan IP yang kosong. Lalu ganti IP address sehingga bisa terdeteksi oleh komputer lain. Selain itu kita jug abis mengecek apakah komputet kita bisa terkoneksi dengan komputer orang lain  lalu ketik ping�Run �caranya adalah Klik start  <> -t. misalnya ping 192.168.0.89. Nanti akan muncul balasan Jika Reply From . . . . . . berarti komputer kita sudah terkoneksi dengan baik jika muncul Request Time Out maka komputer kita tidak bisa terkoneksi dengan komputer lain.

5.3.14

BIOS

Program BIOS (Basic Inpit Output System) adalah Program kontroler standar yang terpasang dalam motherboard. Program ini disimpan dalam chip IC yang disebut ROM (read Only Memory) dan selalu bekerja mengontrol hardware yang terpasang pada motherboard meskipun komputer tidak dipakai (dimatikan). hal ini dimungkinkan oleh adanya baterai kecil yang terpasang pada motherboard.
orang sering menyebut chip IC ini dengan sebutan IC ROOM BIOS. pada saat selesai merakit komputer, program ini harus diatur jenis-jenisnya peralatan elektronik yang akan dihubungkan dengan motherboard, selanjutnya setiap saat program BIOS akan selalu mengontrol perangkat keras yang terpasang meskipun komputer dimatikan. kontrol setiap saat ini memungkinkan komputer selalu siap dipakai pada saat komputer dinyalakan. pada kondisi baterai kecil lemah, biasanya pengaturan pada program BIOS ini hilang sehingga sulit untuk mempergunakan komputer. anda harus kembali mengatur ulang program Bios seperti anda lakukan pada waktu merakit komputer.

ROOM BIOS terdiri dari beberapa macam, antara lain:
a. ROM AMI BIOS
b. ROM ISA BISO
c. ROOM MR BIOS
d. ROM WIN BIOS, dll

untuk masuk mode setup BIOS seperti CMOS BIOS,AMI BIOS serta beberapa mode BIOS lain, pada saat komputer pertama kali diaktifkan, tekan tombol Del. untuk setup mode IBM BIOS kita harus menekan tombol F1 atau F10.untuk BIOS Setup motherboard dengan chip intel ada yang menggunakan tombol F2. untuk mode setup mesin compaq lama, user terlebih dulu harus memasukan disket setup BIOS-nya bisa melakukan seting yang diinginkan.

Pengertian Motherboard

Motherboard adalah papan di mana komponen-komponen komputer ditancapkan dan dapat saling berhubungan. ada banyak sekali tipe motherboard namun kualitasnya motherboard ditentukan oleh chipset yang tertanam di dalamnya, seperti gigabyte,intel, Nvidia Nforcee, VIA dan lain sebagainya. motherboard merupakan pusat sumberdaya yang mengatur kerja semua komponen yang terhubung, selain itu motherboard juga mengatur pemberian daya listrik pada setiap komponen PC.
Pada motherboard terpasang beberapa komponen, seperti dudukan untuk prosessor baik yang berbentuk slot maupun soket, soket memori,slot AGP, selot PCI, slot ISA, chipset, CMOS dan komponen Pendukung lainnya.setiap motherboard memiliki karakteristik atau arsitektur serta komponen yang berbeda, tergantung pabrik pembuat, seri produk,pangsa pasar yang ingin diraih serta teknologi yang sedang berkembang saat itu.

POWER SUPPLY

Sesuai namanya, power supply (PS) merupakan sumber energi untuk sebuah komputer agar dapat beroperasi. PS mengubah arus dari AC 110 volt 60Hz atau 220 volt 50Hz menjadi DC +3,3 VILT, +5 volt dan +12 volt. power supply harus membawa suplai listrik DC yang baik dan setabil sehingga sistem dapat beroperasi dengan baik. alat yang berjalann pada tagangan selain dari yang didaftar harus disuplai oleh regulator tagangan onboard. Sebagai Contoh, RIMM DAN DIMM membutuhkan 2,5 v sedangkan AGP AX dan Card yang lebih cepat membutuhkan 1,5 v. keduanya disuplai oleh regulator onboard dari motherboard.
proses juga membutuhkan variasi yang lebih lebar (sekitar 1,3 v) yang disuplai oleh Voltage Regulator Module (VMR) yang cukup canggih dan tidak asing lagi. built-in ditancapkan pada motherboard. anda biasanya akan menemukan tiga atau lebih sirkuit regulator tegangan yang berbeda pada motherboard modern saat ini. ada dua istilah yang baik untuk anda ketahui mengenai power supply, Yaitu sinyal power good dan from factor power supply.

Kecepatan Prosesor vs Kecepatan Motherboard

hal yang membingungkan adalah ketika kita mencoba membandingkan performa prosesor dengan motherboard. secara virtual semua prosesor modern, sejak adanya 486DX, berjalan beberapa kali kemampuan kecepatan motherboard. seperti contoh, chip P4-2,35 GHz berjalan pada 19/4 (4.75) kali kecepatan motherboard (FBS) 533 MHZ, sedangkan AMD Athlon XP 2100+ (1,73 GHz) berjalan pada 13/3 (6.5) kali dari kecepatan motherboard 266 MHz.samapai awal tahun 1998, kebanyakan motherboard berjalan pada kecepatan 66 MHz atau kurang. Mulai april 1998 Intel merilis chipset prosesor dan motherboard yang didesain untuk berjalan pada kecepatan 100 MHz.
menjelang akhir 1999, tersedia chipset dan motherboard yang berjalan 133 MHz untuk mendukung pentium III. pada saat yang sama diperkenalkan motherboard dan chipset AMD Athlon yang berjalan pada keceatan 100 MHz clock, tetapi menggunakan teknik transfer 2x (double transfer technique) untuk 200 MHz data rete antara prosesor Athlon dan HIPset dari Northbridge. pada tahun 2000 dan 2001, kecepatan bus prosesor naik menjadi 266 MHz untuk amd athlon dan intel Itanium, sedangkan untuk pentium 4 mencapai 400 MHZ sehingga 533 MHZ. pada tahun 2006 prosesor dan motherboard sudah pencapai kecepatan 1066 MHz.