Tampilkan postingan dengan label sejarah KayuAgung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah KayuAgung. Tampilkan semua postingan

20.3.11

Sekilas Kayuagung

Kayuagung adalah kabupaten yang merupakan ibu kota kabupaten Ogan Komering Ilir sumatera selatan, Indonesia.

Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan daerah di Sumatera Selatan yang luasnya sekitar 21.469,90 kilometer persegi yang secara geografis terletak antara 104 20'-160' derajat Bujur Timur dan 4o 30'-4o 15 derajat Lintang Selatan. Ibukotanya Kayuagung, sekitar 66 km di selatan Palembang. Berpenduduk sebanyak 972.000 lebih yang sebagian besar beragama Islam.

Topografi daerah ini didominasi dataran rendah dengan rawa-rawa yang luas, terutama di kawasan Timur yang berbatas dengan selat Bangka dan Laut Jawa. Dataran tinggi dan perbukitan sulit dijumpai di daerah ini.

Dataran rendah sebagian masih berhutan lebat dan padang alang-alang, disamping terdapat perkebunan karet, kelapa sawit, buah-buahan, tebu, dan lain sebagainya. Pabrik gula di Sumatera Selatan yang mensuplai kebutuhan gula untuk daerah ini.

Mata pencaharian penduduknya umumnya bertani, disamping sebagai pengrajin pada industri kecil dan pertukangan. Kayuagung cukup terkenal dengan kerajinan tanah liat yang memproduksi alat-alat masak, dapur, dsb.

Industri kerajinan antara lain kerajinan keramik yang berlokasi di Payakabung, tenu kain tanjung, kerajinan kuningan, emas dan alumunium dan lain-lain. Ogan Komering Ilir dikenal sebagai daerah pengahasil buah-buahan dan ikan si Sumatera Selatan.


Dari sisi negatif nYA banyak sekali hal hal yang tidak berkenan di mata masyarakat luas contoh nya banyak diantara orang orang Kayuagung yang menjadi Duta atau keratak atau juga di sebut penjahat halus.

Aku sendiri tidak tahu pasti apa sebenarnya yang dilakukan para duta di kampungku ketika mereka mintar ke Singapura, Malaysia, Brunei, Hongkong, Thailand, atau entah ke mana lagi. Dari isu yang kudengar, mereka ada yang menjadi agen asuransi kemudian melarikan uang itu setelah dapat banyak, ada yang melakukan hipnotis dengan bujuk rayu kata-kata, ada yang menukarkan tas yang sama dengan calon korban, dan entah apa lagi. Yang pasti, kata orang, para duta itu tidak ada yang terang-terangan maling terlebih merampok. Mereka juga punya pantangan menyakiti korbannya. Tapi entahlah.

Dulu, di kampung sidakersa pernah ada yang membawa pulang uang sebanyak satu milyar hanya dalam waktu dua minggu. Pernah juga ada yang membawa uang seratus juta setelah dua bulan mintar. Namun pernah juga ada yang tidak berhasil setelah tiga atau empat bulan pergi. Dari yang kudengar, para duta itu kebanyakan berhasil membawa pulang uang sekurang-kurangnya puluhan juta rupiah. Dari hasil mereka ngeratak itulah ada yang mampu membangun rumah, membeli kendaraan, naik haji, membangun masjid, membangun jalan kampung, atau menjadi bos lebak lebung.

Itu semua tentu saja kabar yang baiknya. Tentang kabar yang tidak baik, aku pun pernah mendengar. Mang Akip misalnya, sejak lima tahun yang lalu, sampai sekarang dia belum juga pulang. Kabarnya dia ditangkap di Malaysia dan dihukum mati di sana.Terdengar juga kabar bahwa dia masih di penjara. Entah mana yang benar.

Ada lagi Mang Udin, kabar yang tersiar sejak tahun lalu, katanya dia ditembak polisi interpol di Singapura. Kawan-kawan duta-nya yang lain tidak bisa mengambil jenazahnya karena faktor keamanan.

Untuk menjadi seorang duta jelas tidak gampang. Di samping harus memilki pegangan khusus, baik dari kiai maupun dari dukun, juga harus mampu berpenampilan intelek dan perlente. Sebab kebanyakan para duta tidak sama dengan penyamun. Mereka pun pantang beroperasi di negeri sendiri. Ada semacam hukum tidak tertulis yang membuat mereka berpantang seperti itu. Di antara mereka, ada yang memang beroperasi sendiri, namun ada juga yang berkelompok antara dua sampai lima orang. Yang beroperasi sendiri jelas berusaha dengan segala trik dan kemampuannya. Namun bagi yang kelompok, mereka memiliki tugas masing-masing. Ada yang bertugas mengecoh calon korban, ada juga yang bertugas meta--yang biasanya telah berangkat terlebih dahulu ke daerah atau negara sasaran.

Dari sisi positif kita lihat duta itu mendatangkan devisa untuk negara kita ,dia juga bisa disebut dengan" pahlawan devisa" .Duta juga ada sifat pantangan beraksi di dalam negeri , mereka menganggap jika mereka beraksi di indonesia sama saja halnya dengan mereka makan dengan lauk daging tubuh mereka sendiri.
.
Banyak juga yang menyebut Kayuagung sebagaI "KOTA DUTA"

Tapi, semoga di masa yang akan datang kita berdoa kepada tuhan supaya anak-anak kayuagung nantinya tidak ada lagi yang mengenal duta / keratak /penjahat, apalagi masih berprofesi sebagai duta, Karena diakui bahwa hidup kita di dunia ini tidak akan kekal, kita semua akan kembali kepada sang pencipta.

MENCARI NAFKAH SEBAGAI SEORANG ”DUTA”

Ada yang unik dari Kota Kayu Agung, sebuah kota kabupaten Ogan Komering Ilir yang berjarak kurang lebih 60 kilometer dari Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kota tersebut sebenarnya tidak terlalu besar dan maju jika dibandingkan dengan kota kabupaten lain yang ada di Sumatera Selatan seperti Lubuk Linggau, Muara Enim, Pagar Alam, dan sebagainya karena memang sumber daya alamnya yang tidak terlalu banyak kecuali perkebunan.
Yang menarik dari kota ini adalah, pada era tahun 70 an (bahkan sampai sekarang), banyak orang-orang yang berasal dari kota ini merantau ke luar negeri seperti, Malaysia, Singapura, Thailand, Philipna, Australia, bahkan Amerika untuk mencari nafkah. Tetapi yang dimaksud dengan mencari nafkah disini bukan dalam artian menjadi seorang TKI yang bekerja di pabrik, pekebunan, atau pembantu rumah tangga, melainkan mencari nafkah sebagai seorang ”Duta” atau bandit luar negeri yang kerjanya tentu saja berkutat dimasalah kriminal seperti mencopet, mencuri dan merampok.
Uniknya lagi, ketika seorang Duta (sebutan bandit asal Kayu Agung) akan berangkat ke negara tujuannya (beberapa diantaranya memiliki bekal ilmu kebatinan), konon kabarnya mereka selalu mengadakan acara syukuran yang diadakan oleh keluarganya dengan mengundang orang sekampung, yang bertujuan agar Duta tersebut ketika berada di negeri rantau, dapat meraup ”rejeki” yang banyak dan tentu pulang dalam keadaan selamat. Mengapa demikian ? karena ketika pulang ke kota asal dengan membawa uang banyak, biasanya mereka juga tidak segan-segan menyumbangkan uangnya untuk membangun desa (membangun fasilitas umum) atau menolong orang yang dalam kesulitan, dan mengadakan syukuran atas keberhasilannya.

Alasan penulis meneliti tradisi ini adalah adanya suatu keunikan dalam mencari uang yang tidak ada di daerah lain, yaitu Duta. Yang mana didalam tradisi ini adanya akulturasi antara tradisi Islam (Yasinan) dengan tradisi setempat (Duta).

Dalam penelitian ini maka penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelititan lapangan dan metode pengumpulan data, pengumpulan data dilakukan dengan cara: Metode observasi (pengamatan langsung) dan wawancara. Dengan metode dan pendekatan tersebut tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui latarbelakang tradisi ini dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.

Negeri Silop “Negeri Hilang”

          Negeri silop “Negeri Hilang” itu merupakan sebuah Misteri yang di percaya ada dan mungkin Mitos belaka entah ada atau tidak, sebuah misteri kota ghaib yang menarik di kota kayuagung, banyak yang menceritakan kalo itu adalah kota mistik atau ghaib, negeri silop memang telah di pertanyakan banyak orang adakah kebenarannya?.
          Menurut cerita yang semua orang dengar, negeri sulap itu negeri yang kasat mata, negeri dimana orang yang masuk kesana tidak akan pernah bisa keluar lagi, menurut para te’tua ada beberapa bukti bahwa negeri silop itu benar adanya, dulu ada sebuah CV yang melakukan proyek rencananya melakukan pembuatan jalan dan pembuatan jembatan sebagai sarana jalan lintas, dengan menggunakan alat berat dan mobil yang berukuran besar bulldozer untuk melakukan pembuatan jalur jalan tahap pertama, anehnya, semua alat berat dan mobil itu hilang begitu saja, mungkin itu hal biasa secara logika kita “tetapi apabila kita kaji ulang bagaimana mobil yang berukuran besar dengan sangat mudah di curi dan apakah hilang di tengah hutan belantara yang hanya punya 1 jalur untuk keluar, apakah ada pencuri di tengah hutan belantara???, semua orang rasa kecil kemungkinan itu terjadi.
         Negeri Silop sudah marak di perbincangkan setiap warga dahulunya, sekarang negeri silop hanya menjadi sebuah legenda di kota kayuagung yang entah hingga kini pun semua orang belum mampu menyingkap sebuah misteri negeri silop, adakah keberadaan dan kebenaran tentang negeri sulap itu ???

Upacara Adat Pernikahan Kayuagung

ABSTRAKSI
 
        Salah satu tradisi adat yang banyak perbedaannya adalah tradisi perkawinan. Bahkan terjadinya akulturasi dan perubahan-perubahan antar kebudayaan, yang mengakibatkan dalam satu daerah terdapat pola adat perkawinan yang memiliki tingkatan atau macam-macam bentuk upacara pernikahan. Secara teoritis perubahan kebudayaan berkaitan erat dengan perubahan pola kebutuhan masyarakat pendukung kebudayaan itu, yaitu kebutuhan biologis, sosiologis, dan psikologis, secara sederhana dapat dikaitkan bahwa kebudayaan selalu berubah mengikuti perubahan yang terjadi pada kebutuhan hidup masyarakat. Baik itu sendiri disebabkan oleh penetrasi kebudayaan luar kedalam kebudayaan sendiri atau karena terjadi orientasi baru dari kalangan intern masyarakat pendukung kebudayaan itu sendiri.
           Contohnya terdapat pada masyarakat Kayuagung sendiri. Di mana dahulunya upacara adat pernikahan yang dilakukan dengan cara pernikahan mabang handak, akan tetapi pada masa sekarang upacara pernikahan seperti itu sudah jarang dipakai masyarakat, karena sudah banyak memakai upacara adat pernikahan kawin begorok dan kawin sepagi. Hal ini dikarenakan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan keadaan lingkungan.
          Upacara pernikahan seperti ini terbilang unik. Dikatakan unik karena sistem adat perkawinannya mempunyai beberapa macam atau bentuk upacara perkawinan, akan tetapi walaupun demikian, peradabannya tetap bernuansa Islam. 
Macam-macam atau bentuk adat perkawinan di Kayuagung adalah:
• Kawin sepagi adalah prosesi adat perkawinan yang dilaksanakan secara simple atau dengan cara sederhana. Maksudnya adalah dengan terlaksananya acara ijab qobul saja itu sudah cukup, dan dirayakan secara sederhana tidak melibatkan rangkaian atau prosesi lainnya.
• Kawin Begorok adalah prosesi adat perkawinan yang dilaksanakan dengan rangkaian acara biasa, yang melibatkan kaum kerabat, tetangga dan handai taulan.
• Begorok Mabang Handak adalah prosesi adat perkawinan yang dilaksanakan secara besar-besaran, Maksudnya adalah upacara pelaksanaan itu dilakukan secara besar-besaran mempergunakan prosesi adat yang sangat lengkap dan beralur.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelititan lapangan (field reseach). Tujuan penelitian ini adalah guna mengetahui bagaimana tata cara pelaksanaan tradisi ini, dan nilai-nilai apa saja yang terdapat dalam tradisi tersebut. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, dan wawancara.